1. Pengantar
Sekitar 110 tahun yang lalu seorang insinyur Denmark, M. Davidsen, mematenkan penemuanya di Prancis sebagai pelopor teknologi tube mill dengan menggunakan media bola baja (steel balls) untuk penggilingan semen. F.L. Smidth memperoleh hak patennya dan mulai menjual versi yang lebih baik ke seluruh dunia. Untuk industri semen ball mill merupakan penemuan terbaik waktu itu karena hampir 80 tahun menjadi mesin utama untuk penggilingan bahan baku dan batubara, dan sampai pada awal tahun 2000 masih menjadi mesin yang paling banyak digunakan untuk penggilingan semen.
Diawal 1930 - 1960, vertical roller mill mulai diterapkan untuk menggiling bahan baku. Efisiensi penggilingan vertikal roller mill yang dikombinasikan dengan kemampuan untuk mengeringkan (dry), menggiling (grind) dan mengklasifikasikan (classify) dalam satu unit memberikan keuntungan dibandingkan dengan sistem pada penggilingan ball mill. Namun, terlepas dari semua itu, pengaplikasi vertikal roller mill untuk penggilingan semen masih kurang lazim diterapkan, mengingat karakteristik material clinker jauh berbeda dengan raw meal dan coal. Clinker memiliki tingkat abrasif yang tinggi.






