Thursday, 3 February 2022

TINGKAT VISKOSITAS UNTUK PELUMAS INDUSTRI

International Organization  for Standardization (ISO) mengklasifikasi tingkat viskositas khusus untuk pelumas industri. Manfaat dari sistem ISO ini adalah memberikan keseragaman  tingkat  viskositas alam  “viskositas kinematik pada 40 oC “guna memudahkan seleksi  viskositas  pelumas  industri  untuk aplikasinya.ISO Viscosity Grade (ISO VG) dapat dilihat pada  tabel dibawah.  Sistem  ISO  VG  ini tidak  diperuntukkan    bagi    pelumas mesin    dan  pelumas roda gigi transmisi otomotif.

Wednesday, 2 February 2022

OPERATION AND MAINTENANCE AIR COMPRESSOR INGERSOLL RAND

Udara bebas disekitar kita, besaranya berbeda di setiap lokasi bergantung pada temperature, ketinggian dan relative humidity. Terdapat sejumlah udara mengelilingi bumi dan menekan ke bawah dengan besaran yang sama, dipermukaan laut, udara ini mengakibatkan tekanan 14.7 pounds di setiap inch persegi, yang kemudian kita sebut atmospheric pressure. 

Gauge pressure (psig) – tekanan yang terbaca di gauge, ketika kondisi udara bertekanan I atm.Di karenakan tekanan ini selalu tetap maka semua pressure gauge di kalibrasi untuk mengenali tekanan atmosfir ini sebagai nol.

Sistem suatu kompresor udara terdiri dari:

KOMPRESOR UDARA DAN TENAGA PENGERAKNYA 
(AIREND – MAIN MOTOR)



Positive displacement air compressor

Proses kompresi untuk kompresor positive displacement adalah berdasarkan pemampatan volume udara yang kemudian mengakibat naiknya tekanan pada udara tersebut.

Vertical Roller Mills vs Ball Mills


1. Pengantar


Sekitar 110 tahun yang lalu seorang insinyur Denmark, M. Davidsen, mematenkan penemuanya di Prancis sebagai pelopor  teknologi tube mill dengan menggunakan media bola baja (steel balls) untuk penggilingan semen. F.L. Smidth memperoleh hak patennya dan mulai menjual versi yang lebih baik ke seluruh dunia. Untuk industri semen ball mill merupakan penemuan terbaik waktu itu karena hampir 80 tahun menjadi mesin utama untuk penggilingan bahan baku dan batubara, dan sampai pada awal tahun 2000 masih menjadi mesin yang paling banyak digunakan untuk penggilingan semen.

Diawal 1930 - 1960, vertical roller mill mulai diterapkan untuk menggiling bahan baku. Efisiensi penggilingan vertikal roller mill yang dikombinasikan dengan kemampuan untuk mengeringkan (dry), menggiling (grind) dan mengklasifikasikan (classify) dalam satu unit memberikan keuntungan dibandingkan dengan sistem pada penggilingan ball mill. Namun, terlepas dari semua itu, pengaplikasi vertikal roller mill untuk penggilingan semen masih kurang lazim diterapkan, mengingat karakteristik material clinker jauh berbeda dengan raw meal dan coal. Clinker memiliki tingkat abrasif yang tinggi.

Monday, 16 March 2020

Pumping Station

pump station
Pump station merupakan fasilitas yang akan mensuplai air ke seluruh area pabrik yang membutuhkan seperti untuk mendinginkan mesin-mesin pabrik dan juga sebagai air bersih melalui sistem pemompaan.Komponen utama sistem pemompaan, pada umumnya adalah sebagai berikut :
1. Pompa.
2. Mesin penggerak, pompa bisa dioprasikan dengan menggunakan motor listrik atau pun mesin diesel.
3. Sistem perpipaan, air yang akan didistribusikan ke semua area pabrik melalui pipa-pipa.
4. Katup, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistem.
5. Peralatan tambahan, seperti alat pengukur tekanan, flow, dan suhu sesuai dengan kebutuhan.

Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan energi pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus.Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga menjadi tenaga kinetis, dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada sepanjang pengaliran.

Sunday, 15 March 2020

Control Loops Loesche Vertical Roller Mill




Mill outlet temperature

The mill outlet temperature is decisive for drying the material to be ground. The mill outlet temperature is
determined by the inherent raw material moisture content and the set value is adjusted accordingly during
commissioning.

The plant equipment, such as dedusting systems, fans etc. following the mill have to be designed to withstand
the mill outlet temperature.

Too high mill outlet temperature is not dangerous only for bearing and seals in the grinding rollers but also for
the plant equipment following.

Too low mill outlet temperature results in inadequate drying, has a negative influence on the grinding process
and runs a risk of a temperature fall below the water dew point. The mill outlet temperature must be held
constant.

Limit values
  MIN  Not enough heat is available and the grinding process can no longer be 
  guaranteed. If the heat source to the mill is already at maximum, the material 
  feed to the   mill must be reduced.
  MAX 1  Warning
  MAX 2  Hot gas supply –OFF and the stopping or switch over sequence is initiated.

Measurement and control loop
The mill outlet temperature is measured in the duct at the mill outlet.
The following regulating units could be used to control the temperature.

Friday, 2 August 2019

Operating Principles of VCM



The following points are concerning a correct operation, product quality, safety as well as economical aspects:

1. Material Feed
  • feed mass flow is measured by belt conveyor weighing cell 
  • must be continuously, but variable (speed of the feeding belt is controlled)
  • grain size must be according to layout (not to big/fine material)
  • temperature of feeding material should be constant 
  • fast variation / fluctuation cause a disturbance of the operation (vibration)
  • pieces of metal must be separated before mill, otherwise they cause a damage of parts inside the mill

Thursday, 1 August 2019

Cement Quality


Pada industri manufaktur kualitas adalah harga mati. Karena dengan menjaga kualitas produk yang dipasarkan berarti menjaga eksistensi produk itu sendiri. Dengan produk yang berkualitas maka produk yang dihasilkan akan diterima dengan baik oleh pasar dan akan membentuk pelanggan yang loyal. Oleh sebab itu pada industri semen ada beberapa aspek yang harus diperhatikan untuk menjaga agar semen yang diproduksi sesuai dengan standar mutu melalui proses yang efisien.

Di industri semen ada 2 departemen yang bertugas secara langsung untuk menjaga kualitas semen itu sendiri yaitu departemen Produksi dan departemen Quality. Di departemen quality melakukan riset untuk meramu komposisi semen yang sesuai SNI dan menentukan target yang harus dicapai seperti kehalusan semen (fineness) serta menganalisa material yang sesuai spesifikasi dan berkordinasi dengan procurement untuk pengadaan material. Sedangkan departemen produksi menjaga parameter operasi agar target dari quality bisa tercapai.

"In a increasingly competitive market where cement companies vie for customer satisfaction and retention, quality control becomes ever more important"